DISINIIII......

Miss-secreet.blogspot.com
Tempatnya bebas berekspresiiii....

"Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis."


Selasa, 18 Januari 2011

Kehilangan Orang yang Kita Cintai Karena Orang Yang Kita Sayangi...


Seperti apa ya rasanya harus kehilangan orang yang dicintai karena orang yang disayangi?
Tanyakan hal itu sama aku. Karena aku tahu rasanya. Ibarat harus memakan buah simalakama. Rasanya sulit sekali untuk bisa rela dan menerima kenyataan.
Kita serasa nggak diberi kesempatan untuk memilih. Serasa semuanya nggak adil. Berbeda sama keadaan kalau kita kehilangan orang yang kita cintai itu kerena kesalahan yang kita perbuat. Keadaan itu masih lebih beruntung.

Karena dalam kondisi seperti itu seseorang masih punya kesempatan untuk meminta maaf atas kesalahan yang dia lakuin. Masih bisa merubah sikap jeleknya dan memperbaiki kesalahannya. Tapi aku?
Aku nggak bisa. Dan nggak akan pernah bisa. Aku ingin memberontak. Aku mau menghancurkan semuanya dan merubahnya menjadi seperti apa yang aku inginkan. Tapi aku nggak bisa. Aku nggak sanggup. Aku nggak punya daya apa-apa.
Aku nggak mungkin menyalahkan orang yang ku sayangi. Orang yang punya arti dan peran yang sangat penting dalam hidupku.
Aku nggak mungkin menyalahkan takdir. Suatu bagian dari imanku kepada Tuhan.
Dan akupun nggak mungkin menyalahkan orang yang ku cintai, karena ia memang nggak salah.
Nggak ada yang salah dan bisa dipersalahkan.
Pada kenyataanya aku nggak bisa memaksa orang yang ku cintai itu untuk terus ada di sisiku. Walaupun aku sangat ingin melakukannya.
Apa aku bisa melihatnya terus berada di sisiku tapi membiarkannya terluka?
Tidak tidak. Tentu tidak.
Aku nggak pernah mau membebaninya...
Tapi rasa egokupun terlalu tangguh untuk dikalahkan. Rasanya seperti bertarung dengan kedua sisi dalam diriku.
Satu sisi aku begitu naif. Aku nggak bisa menerima semua ini. Aku nggak mau.
Kenapa aku nggak bisa hidup “biasa” .
Tapi sisi lain, inilah hidup. Aku harus tegas dan menentukan keputusan.
Apa yang harus ku lakukan, yang terbaik untuk semua, bukan Cuma buatku.
Aku bukan orang bijak, Aku juga bukan seorang yang sabar.
Aku hanya mencoba berjiwa besar dan menerima.
Sebuah hal yang terdengar begitu biasa dan mudah. “Menerima”. Tapi ternyata nggak semudah seperti kedengarannya.
Ada saat dimana aku lemah dan lupa.
Rasanya aku benar-benar ingin marah. Tapi sama siapa?
Aku harus marah sama siapa? Aku harus menyalahkan siapa?
Aku Cuma bisa memendam semuanya. Aku Cuma bisa diam. Aku Cuma bisa Berharap.
Yang bisa aku lakukan hanyalah berbicara pada Allah. Bercerita tentang apa yang kurasa. Tempatku berkeluh kesah.
Memohon petunjuknya, dan berdoa tentang mereka, orang-orang yang teramat ku sayang dan ku cinta.
Hanya itu. Hanya itu yang aku bisa.
Karena hidup harus terus berlanjut, apapun yang terjadi. Begitu kata seseorang dengan ringannya. Jauh dari nada bijak. Tapi cukup memberi selentingan halus di benakku.
Hidupku terus berlanjut. Lakukan apa yang terbaik bisa aku lakukan untuk mereka. Aku yang biasanya penuh obsesi, kini lebih banyak mengalir.
Seperti air, mengikuti dan mempelajari arusnya... Mengalir, tapi tetap memiliki muara...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar