Cinta bak samudera yang luas dan indah. Membuat manusia merasakan Maha Dahsyatnya ciptaan Tuhan. Bahkan terkadang di saat yang bersamaan membuat manusia itu merasa kerdil dan kecil. Ia melupakan satu hal, bahwa ia sendiripun adalah ciptaan Tuhan yang juga begitu luar biasa.
Rasa takcub yang sangat itulah yang menbuatnya lupa. Disaat seperti inilah mulai tampak bahwa samudera nan indah itu bisa menjadi suatu marabahaya.
Dan tidak cuma itu. Di saat seorang anak manusia bermain di tengah samudera, samudera yang luas dan indah tersebut berpotensi membawa kehancuran begi seseorang itu sendiri.
Dengan massa airnya yang begitu melimpah, dengan mudahnya ia sanggup menenggelamkan anak manusia jauh dan jauh hingga dasar samudera. Membuatnya tak berdaya apa-apa, membuatnya lemah dan terhempas, bahkan hancur, hanyut bersama ombak.
Rasa kecewapun dapat menjadi luka yang sangat sulit untuk disembuhkan. Kecewa ketika ia harus menerima bahwa ia tidak dapat memiliki samudera itu sepenuhnya.
Tak ubahnya samudera tadi.
· Cinta dengan mudahnya membuat seseorang lupa akan kemuliaan Tuhannya bila ia begitu mengagungkan orang yang dicintainya.
· Cinta dapat membuatnya tenggelam dan hancur ketika seseorang disakiti oleh orang yang dicintainya. Karena ia begitu terbuai oleh keindahannya. Ia tidak siap menerima bahaya yang juga menyertainya di setiap saat.
· Cintapun menoreh luka perih, ketika seseorang tidak dapat sepenuhnya memiliki orang yang ia cintai. Padahal hasrat cintanya begitu menggebu. Tapi ia memang tidak memiliki kuasa untuk memiliki. Ia hanya seorang manusia. Ia tidak bisa memaksakan hati manusia lain. Hanya Yang menciptakannyalah yang berhak memilikinya. Hanya yang menciptakannyalah yang mampu menguasainya.
Maka dari itulah. Cinta bukan untuk dikendalikan. Cinta bukan untuk memerintah. Cinta bukan untuk memaksakan. Cinta tidak merubah dasar. Cinta tidak menuntut. Cinta tidak menuai kebencian. Dan yang terpenting, Cinta memang tidak untuk dimiliki.
Kita tidak akan pernah bisa memiliki orang yang kita cintai sepenuhnya. Yang bisa hanyalah hidup disamping orang yang kita cintai, dicintai oleh orang yang kita cintai, beribadah bersama orang yang kita cintai, lalu kemudian memiliki buah hati dari orang yang kita cintai, dan tumbuh menua bersama orang yang kita cintai, sampai mati dalam dekapan orang yang kita cintai.
Inilah sebuah anugerah yang paling indah dalam kehidupan seorang manusia. Dan hanyalah segelintir orang-orang yang beruntung yang mendapatkannya. Bersyukurlah jika kamu salah seorang diantaranya.
Hingga kini, cinta masih tetap murni dan suci. Tak pernah berubah walau jaman berganti. Sifat dan nafsu manusialah yang membuat cinta menjadi berbagai macam rupa-rupa yang berbeda. Membuat cinta yang polos menjadi terkontaminasi. Itulah yang sebenarnya terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar